Minggu, Desember 13, 2020

Cara Berbakti Kepada Kedua Orang Tua

Cara Berbakti Kepada Kedua Orang Tua

Di dalam ajaran Islam, seorang anak harus berbakti kepada orang tuanya. Karena bagaimanapun orang tua merupakan wasilah (sebab) anak bisa lahir ke dunia ini. 

Saking pentingnya anak berbakti kepada kedua orang tua, sehingga Allah Subhana wa Ta’ala pun menempatkan perintah untuk berbakti kepada orang tua (walidain) terutama kepada ibunya setelah kata perintah keesaan kepada Allah, seperti yang tertera dalam Quran surat Luqman ayat 14 sebagai berikut :

Wa wassainal-insaan biwaalidaiin, hamalat-hu ummuhu wahnan ‘alaa wahniw wa fisaaluhu fii ‘aamaini anisykur li wa liwaalidaik, ilayyal-masiir.

Artinya : “ Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.”

Lalu bagaimana cara seorang anak berbakti kepada kedua orang tua?

Banyak ayat di dalam Al Quran dan hadits yang menerangkan tentang cara berbakti kepada orang tua. 

Allah Subhana wa Ta’ala berfirman :

Wa’budulaaha wa laa tusyriku bihi syai’aw wa bil-waalidaini ihsaanaw wa biiziil-qurbaa wal-yataamaa wal-masaakiini wal-jaari zil-qurbaa wal-jaaril-junubi was-saahibi bil-jambi wabnis-sabili wa maa malakat aimaanukum, innallaaha laa yuhibbu mang kaana mukhtaalan fakhuraa.

Artinya : “Dan sembahlah Allah dan jangan kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.” (QS An Nisa : 36)

Allah Subhana wa Ta’ala berfirman :

Wa qadaa rabbuka allaa ta’buduu illaa iyyaahu wa bil-walidaini ihsaana, immaa yabluganna ‘indakal-kibara ahaduhumaa au kilaahumaa fa laa taqul lahumaa uffiw wa laa tan-har humaa wa qul lahumaa qaulang kariimaa.

Artinya : “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan jangan engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepda keduanya perkataan yang baik.” (QS Al Isra : 23). 

Cara berbakti kepada orang tua lainnya adalah senantiasa mendoakannya, baik saat masih hidup maupun sudah meninggal dunia. 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda :

“Jika seseorang telah meninggal dunia maka terputuslah amalannya kecuali 3 perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak yang sholeh.”
Adapun doa untuk ibu yang sudah meninggal adalah sebagai berikut :

Allahummaghfir Lahaa Warhamhaa Wa ‘Aafihaa  Wa’fu anhaa Wa Akrim Nuzulahu Wa Wassi’ Madkhalahaa. Waghsilhaa Bil Maa i Wats-tsalji Walbarodi Wa Naqqohaa Minal khathaa Ya Kamaa naqoitast-Tsaubal Abyadhu Minad Danasi. Wa Abdilhaa Daarol khairan Min Daarihaa Wa Ahlan khairan Min Ahlihaa Wa Zaujan khairan Min Zaujihaa. Wa Adkhilhul jannata Wa A’idzhu Min ‘Adzaabil Qobri Wa Fitnatihi Wa Min ‘Adzaabin Naar.

Artinya : “ Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah, bebaskanlah, lepaskanlah kedua orang tuaku. Dan muliakanlah tempat tinggalnya (di surga), luaskanlah jalan masuknya, bersihkanlah kedua orang tuaku dengan air yang jernih dan sejuk, dan bersihkanlah kedua orang tuaku dari segala kesalahan seperti baju putih yang bersih dari kotoran.

Dan gantilah tempat tinggalnya dengan tempat tinggal yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya (di dunia), dan pasangan yang lebih baik, dari yang ditinggalkannya juga ( di dunia). Masukkanlah kedua orang tuaku ke surga, dan lindungilah dari siksanya kubur serta fitnahnya, dan siksa api neraka.”